Postingan

aktivitas 5 hal 123

1. Mosi: Masuknya budaya asing ke Indonesia memberikan dampak positif. 2. Pernyataan sikap (afirmasi): “Saya sangat setuju bahwa budaya asing yang masuk ke Indonesia memberikan dampak positif.” 3. Argumentasi: Budaya asing dapat memengaruhi kemajuan ilmu teknologi, komunikasi, informasi, dan transportasi yang memudahkan manusia. Kemajuan teknologi membuat kehidupan sosial ekonomi lebih produktif, efektif, dan efisien sehingga produk dalam negeri mampu bersaing di pasar internasional. Selain itu, kemajuan teknologi membuat bangsa Indonesia mampu sejajar dengan bangsa lain. Jadi isi bagannya: Kotak atas → Mosi Kotak tengah → Pernyataan sikap Kotak bawah → Argumentasi

aktivitas 4 hal 122

 Struktur Isi Teks Mosi Pemasangan reklame di pinggir jalan Pernyataan Sikap Pemasangan reklame di pinggir jalan memiliki beberapa manfaat, tetapi juga memiliki dampak buruk. Argumentasi Reklame dapat memperkenalkan produk kepada masyarakat luas dan meningkatkan reputasi perusahaan. Namun, reklame yang tidak tertata membuat jalan terlihat semrawut dan dapat mengganggu konsentrasi pengguna jalan. Ciri Kebahasaan Menggunakan konjungsi antarkalimat, seperti “selain itu” dan “namun”. Konjungsi antarkalimat yang ada pada teks: Selain itu → menyatakan penambahan Namun → menyatakan pertentangan 

aktivitas 6 hal 124-125

1. Kalimat: Kemajuan teknologi membuat kehidupan sosial ekonomi lebih produktif, efektif, dan efisien sehingga membuat produksi dalam negeri mampu bersaing di pasar internasional. Konjungsi Antarkalimat: sehingga Fungsi Konjungsi: menyatakan akibat atau hasil. 2. Kalimat: Kemajuan teknologi juga mampu memengaruhi tingkat pemanfaatan sumber daya alam secara lebih efisien dan berkesinambungan. Konjungsi Antarkalimat: juga Fungsi Konjungsi: menambahkan informasi. 3. Kalimat: Selain itu, kemajuan teknologi membuat bangsa Indonesia mampu sejajar dengan bangsa lain. Konjungsi Antarkalimat: selain itu Fungsi Konjungsi: menambahkan atau memperkuat pendapat sebelumnya.

Aktivitas 2 hal 105

Gambar
2. Identifikasi Struktur Fisik Puisi Tersebut! Diksi (pilihan kata): Kata-katanya sederhana tapi punya makna dalam. Banyak pakai kata yang berhubungan dengan perasaan atau alam, jadi enak dibayangin. Rima/irama: Tidak terlalu terikat, cenderung bebas. Tapi tetap enak dibaca karena ada irama yang mengalir. Majas (gaya bahasa): Ada perumpamaan dan kiasan, misalnya membandingkan sesuatu dengan alam supaya lebih hidup. Tipografi: Bentuknya baris-baris pendek, tidak seperti paragraf. Ini bikin puisinya terlihat rapi dan khas. Citraan (imaji): Pembaca bisa membayangkan suasana yang diceritakan, misalnya suasana sedih, bahagia, atau tenang. 3. Identifikasi Struktur Batin Puisi Tersebut! Tema: Tentang kehidupan, perasaan, atau keindahan (tergantung puisi yang kamu pilih di buku itu). Rasa (feeling): Penulis menyampaikan perasaan seperti haru, semangat, atau rindu. Nada: Nada puisinya lembut dan mengajak pembaca ikut merasakan isi puisi. Amanat: Pesannya biasanya mengajak kita untuk menghargai ...

cari tahu, hal 102-103

Gambar
 1. Apa yang disebut puisi? Puisi adalah karya sastra yang menggunakan kata-kata singkat, padat, dan penuh makna, biasanya disusun dengan irama atau perasaan tertentu. 2. Bagaimana bentuk kedua teks tersebut? Teks 1: berbentuk cerita (prosa/narasi), ditulis seperti paragraf panjang. Teks 2: berbentuk puisi, ditulis dalam baris-baris pendek. 3. Bagaimana penggunaan kata dalam kedua teks tersebut? Teks 1: menggunakan bahasa yang lebih jelas, langsung, dan mudah dipahami seperti percakapan atau cerita. Teks 2: menggunakan kata-kata kiasan, indah, dan lebih sedikit tapi bermakna dalam (puitis). 4. Bagaimana penyampaian makna dalam kedua teks tersebut? Teks 1: makna disampaikan secara langsung dan mudah dimengerti. Teks 2: makna disampaikan secara tidak langsung, perlu dipikirkan atau ditafsirkan.

Asesmen kompetensi hal 99-100

Gambar
 1. Ide Pokok dan Penjelas Tiap Paragraf - Paragraf 1   Gagasan Utama: Asal-usul dan silsilah keluarga Raden Mas Soewardi.   Uraian: Ia lahir tanggal 2 Mei 1889 sebagai anak Kanjeng Pangeran Harjo Soerjaningrat. Walaupun keturunan bangsawan Pakualaman, keluarganya dilarang menetap di istana karena ayahnya bersikap anti-Belanda. - Paragraf 2   Gagasan Utama: Masa belajar Raden Mas Soewardi di pesantren.   Uraian: Karena ayahnya religius, beliau dikirim ke pondok untuk mendalami agama Islam. Namun di tengah semangatnya belajar, sang ayah malah memanggilnya pulang agar bisa sekolah di pendidikan umum. - Paragraf 3   Gagasan Utama: Pengalaman Raden Mas Soewardi ketika bersekolah di ELS.   Uraian: Ia kemudian masuk Europeesche Lagere School. Dari sekolah itu ia merasa wawasannya terbuka dan hidupnya jadi lebih punya arah berkat ilmu-ilmu baru yang didapat. - Paragraf 4   Gagasan Utama: Aksi Raden Mas Soewardi membagikan ilmu untuk rakyat kecil. ...

refleksi hal 98

  A. Menemukan Informasi Ide Pokok: Berisi inti atau pokok permasalahan yang dibahas dalam setiap paragraf teks biografi.   Ide Penjelas: Berisi uraian, data, atau penjelasan detail yang mendukung ide pokok tersebut. B. Menceritakan Kembali  1. Membaca teks biografi secara menyeluruh untuk memahami alur hidup tokoh.  2. Mencatat peristiwa penting yang dialami tokoh (pendidikan, karir, hambatan, dan prestasi).  3. Menyusun kembali poin-poin tersebut menggunakan bahasa sendiri yang runtut dan menarik. C. Menulis Teks Biografi (Kotak Ungu)  1. Memilih tokoh yang inspiratif dan mengumpulkan informasi latar belakangnya.  2. Menyusun kerangka teks berdasarkan struktur (Orientasi, Peristiwa Penting, dan Reorientasi).  3. Mengembangkan kerangka menjadi paragraf utuh dengan memperhatikan kaidah kebahasaan. C. Media Penyajian (Kotak Oranye) Judul yang kosong di atas angka 1, 2, 3 bisa diisi dengan: Cara Menyajikan Teks Biografi  1. Secara langsung (lis...