Postingan

Tantangan

Suara Bumi Langit kini tak lagi biru Asap hitam menari pilu Sungai jernih berubah keruh Karena manusia tak lagi peduli utuh Pohon-pohon tumbang perlahan Hilang sudah kesejukan hutan Sampah berserakan di jalan kota Namun banyak mata memilih lupa Wahai manusia dengarlah bumi Ia lelah menanggung ini Jangan hanya pandai berbicara Tetapi enggan menjaga alam semesta Mari rawat bumi tercinta Dengan tindakan dan rasa cinta Agar anak cucu di masa depan Masih dapat menikmati kehidupan

Aktivitas 8 Menyusun kata yang kamu dapat menjadi sebuah puisi

 Sahabatku Kau hadir bagai pelangi hati Membawa cahaya pagi di setiap langkah Senyummu hangat seperti mentari Menepis sedih yang pernah singgah Di bangku taman kita bercerita Tentang mimpi dan harapan Meski hujan datang menyapa Kau tetap menjadi tangan penolong Wahai sahabat terbaikku Kaulah pelita dalam hidupku Persahabatan ini bagai mawar indah Yang selalu tumbuh penuh kasih sayang

Investigasi hal 111

 Indonesia memiliki banyak penyair andal. Namun, peminat sastra masih kurang. Menurut Seno Gumira Ajidarma, sastrawan terkenal Indonesia, ada beberapa mitos dalam sastra yang harus diruntuhkan. Mitos pertama adalah sastra dianggap curhat. Kedua, bahasa sastra itu mendayu-dayu, canggih, rumit, dan tak kita kenal.  Dan ketiga, sastra adalah pedoman hidup. 1. Ketiga hal tersebut disebut mitos yang berarti tidak benar. Apa fakta yang benar tentang sastra? Fakta yang benar tentang sastra adalah sastra bukan hanya curhat, melainkan karya seni yang dapat berisi pesan, kritik sosial, pengalaman hidup, dan imajinasi penulis. Bahasa sastra juga tidak selalu rumit karena banyak karya sastra menggunakan bahasa sederhana yang mudah dipahami. Selain itu, sastra bukan pedoman hidup mutlak, tetapi sarana hiburan, pembelajaran, dan renungan bagi pembaca. 2. Mengapa mitos tersebut perlu diruntuhkan? Mitos tersebut perlu diruntuhkan agar masyarakat tidak salah memahami sastra. Jika sastra diangg...

Aktivitas 7 Menentukan kebahasaan puisi

 1. Topik Puisi Persahabatan 2. Kata Kiasan Pelangi hati Cahaya pagi Bahu penenang Tangan penolong Jembatan rasa 3. Kata Lambang dan Artinya Pelita = harapan Mawar = kasih sayang 4. Kata Konkret Senyum Hujan Bangku taman

Refleksi 114

 Struktur Fisik Diksi Rima Tipografi Batin Tema Rasa Amanat Demonstrasi Membaca puisi Menulis puisi Kebahasaan Puisi 1.Kata kias 2.Imaji •Imaji visual •Imaji auditif •Imaji taktil 3.Kata konkret Langkah Menulis Puisi 1.Menentukan tema 2.Menentukan ide 3.Memilih kata/diksi 4.Menyusun larik dan bait 5.Memberi judul puisi

Asesmen hal 115-116

1. Pesan dalam puisi: Kita harus punya sifat yang sabar dan kuat dalam menjalani hidup. Contohnya kayak karang yang tetap tenang meski kena ombak, dan harus tetap semangat terus kayak matahari yang terbit setiap hari. 2. Nada saat membacanya: Nandanya tenang dan serius. Alasannya: Karena puisi ini isinya tentang pelajaran hidup dari alam, jadi lebih enak dibaca pelan-pelan supaya pesan moralnya lebih terasa. 3. Imaji dalam puisi: Imaji Penglihatan: Kita seolah melihat ombak, karang, ufuk, dan matahari. Imaji Perasaan: Kita bisa ngerasain ketabahan karang dan gerakan gelombang yang lentur. 4. Landasan ide puisi: Idenya adalah tentang kebebasan diri sendiri. Alasannya: Penulis bilang ingin "bebas dari segala", artinya dia nggak mau dikekang oleh apa pun, termasuk oleh perasaan atau orang lain, supaya bisa jadi diri sendiri. 5. Makna puisi: Maknanya adalah merdeka itu bukan cuma bebas dari penjajah, tapi juga bebas dari segala sesuatu yang membebani jiwa. Hidup itu nggak seru ka...

cari tahu hal 103

 1. Teks mana yang disebut puisi? Jawaban: Teks 1, karena bentuknya baris-baris pendek dan mengandung makna  kias. 2. Bagaimana bentuk kedua teks tersebut? Teks 1: Berbentuk puisi (larik dan bait, tidak berupa paragraf). Teks 2: Berbentuk prosa/cerita (paragraf panjang seperti cerita atau novel). 3. Bagaimana penggunaan kata dalam kedua teks tersebut? Teks 1: Menggunakan kata-kata indah, singkat, dan penuh makna (kiasan). Teks 2: Menggunakan kata-kata yang jelas, langsung, dan mudah dipahami. 4. Bagaimana penyampaian makna dalam kedua teks tersebut? Teks 1: Disampaikan secara tidak langsung (tersirat), butuh penafsiran. Teks 2: Disampaikan secara langsung dan jelas (tersurat).