aktivitas 4
Dalam pembelajaran bahasa Indonesia, setiap teks memiliki tujuan dan pola penyajian yang berbeda. Untuk kali ini, teks negosiasi dibandingkan dengan proposal kegiatan Pentas Seni (Pensi) SMA Negeri Garuda. Kedua teks sama-sama digunakan untuk berhubungan dengan pihak lain, namun cara penyajiannya sangat berbeda.
Tabel Perbedaan Penyajian
Aspek Teks Negosiasi Proposal Kegiatan Pensi
Bentuk Teks Percakapan/dialog antar pihak Dokumen tertulis resmi
Tujuan Utama Mendapatkan kesepakatan yang menguntungkan kedua belah pihak Mengajukan rencana kegiatan dan meminta dukungan
Bentuk Komunikasi Dua arah (timbal balik) Satu arah (panitia → pihak sekolah/masyarakat)
Pola Penyajian Pembukaan – permintaan – tawar menawar – kompromi – kesepakatan Latar belakang – tujuan – kegiatan – peserta – peralatan – jadwal – kepanitiaan – anggaran – penutup
Bahasa Persuasif dan interaktif Formal, informatif, jelas, dan sistematis
Hasil Akhir Kesepakatan bersama Persetujuan/dukungan pelaksanaan kegiatan
Simpulan
Berdasarkan hasil pengamatan pada kedua teks tersebut, dapat disimpulkan bahwa teks negosiasi dan proposal memiliki tujuan yang sama-sama mengarah ke kesepahaman pihak lain, tetapi penyajiannya tidak sama. Pada teks negosiasi, penyampaian berlangsung melalui dialog yang saling memberi penawaran hingga terjadi kesepakatan. Sedangkan pada proposal kegiatan Pensi, penyajian dilakukan secara tertulis dengan struktur yang runtut untuk menjelaskan rencana kegiatan agar mendapatkan persetujuan dan dukungan.
Dengan demikian, perbedaan utamanya terletak pada bentuk penyampaian dan susunan isinya: teks negosiasi bersifat dialogis, sementara proposal bersifat informatif dan formal.
Komentar
Posting Komentar