aktivitas 3 mencerjgakan kembali informasi dalam geks biografi
Profil Singkat
Nadiem Anwar Makarim, B.A., M.B.A. adalah pendiri Gojek, sebuah perusahaan teknologi unicorn pertama di Indonesia. Ia lahir di Singapura, 4 Juli 1984, dari pasangan Nono Anwar Makarim dan Atika Algadri. Ia menikah dengan Franka Franklin dan memiliki anak.
Pendidikan
Nadiem memiliki latar belakang pendidikan yang sangat bergengsi di luar negeri:
Sekolah Menengah: United World College of South East Asia, Singapura.
S1: Brown University, Amerika Serikat (Hubungan Internasional).
S2: Harvard Business School, Amerika Serikat (Master of Business Administration).
Karier & Bisnis
Sebelum dan sesudah mendirikan Gojek, Nadiem memiliki rekam jejak karier yang cemerlang:
Management Consultant di McKinsey & Company: Jakarta (3 tahun).
Co-Founder & Managing Director Zalora Indonesia: Ia meninggalkan posisi ini untuk fokus membangun bisnisnya sendiri.
Chief Innovation Officer (CIO) Kartuku: Sebelum akhirnya Kartuku diakuisisi oleh Gojek.
Pendiri Gojek (2010): Bermula dari pusat panggilan (call center) ojek, hingga berkembang menjadi aplikasi super-app dengan berbagai layanan seperti GoFood, GoSend, GoClean, dan GoPay.
Prestasi & Penghargaan
The Straits Times Asian of the Year (2016): Orang Indonesia pertama yang menerima penghargaan ini.
Bloomberg 50 (2018): Masuk dalam daftar sosok yang paling berpengaruh di dunia versi Bloomberg.
Nikkei Asia Prize ke-24 (2019): Penghargaan untuk inovasi ekonomi dan bisnis, menjadikannya penerima termuda dalam sejarah penghargaan tersebut.
Menjadi Menteri
Pada tahun 2019, Nadiem resmi mengundurkan diri dari jabatannya sebagai CEO Gojek setelah dipanggil oleh Presiden Joko Widodo. Ia dilantik menjadi Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) dalam Kabinet Indonesia Maju. Salah satu program besarnya yang paling dikenal adalah "Merdeka Belajar".
Kegiatan Sosial
Nadiem juga aktif dalam isu global, salah satunya tergabung dalam Pathways for Prosperity for Technology and Inclusive Development, sebuah komisi yang berfokus pada bagaimana teknologi dapat membantu pembangunan inklusif bagi negara-negara berkembang.
Komentar
Posting Komentar